Opini No 10 Guru dipukuli orang tua,ini salah siapa??

         
     Sebenarnya sejak kemarin hati saya tergelitik ketika saya melihat salah satu judul berita dari Handphone.Berita tersebut bercerita tentang seorang guru di SMKN 2 Makasar bernama Dasrul (52) yang mengalami penganiayaan oleh wali murid bernama Adnan Ahmad (38).Setelah diusut ternyata sang wali murid ini tidak terima karena sang anak dimarahi oleh gurunya karena tidak membawa buku gambar dan mengerjakan tugas.Begitulah kira-kira redaksi yang saya baca dari berbagai sumber.

       Pertanyaanya sekarang siapakah yang salah dalam sengketa ini?apakah sang ayah dari orangtua murid atau justru memang gurunya yang salah.Pertama kita harus memahami bahwa informasi terkait berita ini sangatlah sedikit.Kita tidak bisa langsung menjudge pihak mana yang salah hanya dengan informasi yang sekian saja.Dalam suatu redaksi berita dituliskan bahwa pihak PGRI berpendapat bahwa posisi guru sedang mengajar dan kemudian dianiyaya.Pertanyaanya betulkan demikian?entahlah,mungkin hanya para polisi dan Tuhan saja yang tahu kejadian sebenarnya di hari itu.

         Ketika kasus ini bergulir,saya memiliki beberapa dugaan yang sedikitnya bisa menjelaskan secara logis bagaimana kasus ini dapat terjadi.Pertama,siswa ini memang tidak membawa peralatan seperti yang guru ini sampaikan.Kedua,ada kemungkinan bahwa guru yang bernama Dasrul ini adalah guru Killer sehingga membuat sang siswa takut.Tidak terlepas kemungkinan juga bahwa sang guru pernah atau bahkan sering melakukan tindakan kekerasan pada siswa.Dengan logika demikian akan logis kenapa sang siswa melapor pada orang tuanya.

          Kemungkinan kedua,adalah bahwa sang siswa memang nakal dan sang guru memang hanya berniat memarahi sang siswa nakal ini sebagai bentuk pembelajaran kepada dirinya.Kedua skenario ini memiliki titik temu yang sama menurut saya.Kesimpulan seperti apa?Begini,jika kita mau ambil jalan tengah dari kasus ini maka ada beberapa pelajaran yang dapat kita petik.

          Pelajaran pertama bagi sang guru,bahwa sebagai seorang guru senior beliau harus memahami bahwa paradigma pendidikan telah mengalami perubahan.Perubahan yang saya maksudkan adalah posisi seorang guru yang bukan lagi pusat dari kelas.Posisi seorang guru adalah fasilitator,dengan kata lain ia tidak lagi mendominasi pengajaran melainkan memfasilitasi siswa untuk belajar.Dengan kata lain,jika siswa itu sendiri tidak berniat untuk belajar maka kita tinggal mengurangi point yang ada untuk dirinya tanpa perlu menggunakan kekerasan baik secara verbal maupul fisik.

         Pelajaran kedua,bagi orang tua dan murid.Perlu dipahami bahwa meskipun posisi guru adalah fasilitator,namun ada satu fakta yang tidak bisa kita hilangkan bahwa kita mendapatkan ilmu dari beliau ini.Ilmu yang pada akhirnya nanti akan membantu kita untuk mempersiapkan diri dimasa depan.Oleh karena itu sudah selayaknya kita menghormati guru kita.Jikalaupun ada kekerasan yang terjadi,kita dapat melaporkannya kepada pihak sekolah atau bahkan ke kepolisian jika perlu.Dengan kata lain,kepala boleh panas namun hati tetap dingin.

     Penting untuk dipahami pula bahwa institusi pendidikan sendiri bukanlah industri jasa pengajaran seperti halnya bimbel yang ada diluar sekolahan.Dengan kata lain,anda tidak bisa berpikir karena anda sudah bayar maka anda bisa seenak sendiri.Ada tanggung jawab dan amanat negara dalam lembaga pendidikan bernama sekolah ini.Dengan kata lain,lembaga ini diciptakan tidak hanya untuk mencerdaskan seseorang namun juga memberikan anak didiknya gemblengan kepribadian yang baik oleh karenanya ketika kita merujuk pada orang terpelajar,kita tidak hanya melihat isi otaknya melainkan juga sikapnya.Semoga tulisan ini bermanfaat dan terimakasih.


Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "Opini No 10 Guru dipukuli orang tua,ini salah siapa??"

Post a Comment